Koleksi Artikel
Tampilkan postingan dengan label [kabupaten banyuwangi]. Tampilkan semua postingan

Rangkul komunitas jadi jurus Banyuwangi kembangkan pariwisata


gandrung pantai, gandrung pantai banyuwangi, pulau tabuhan, strategi wisata banyuwangi, strategi pariwisata banyuwangi, strategi wisata anas, strategi anas, program anas
Penari Gandrung bergaya di Pulau Tabuhan Banyuwangi. Foto : Ahmad Suudi

Merangkul komunitas menjadi jurus Kabupten Banyuwangi mengembangkan pariwisata di tahun 2019. Hal itu sudah dilontarkan beberapa kali di awal tahun 2019 oleh orang nomor 1 di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu, Abdullah Azwar Anas.

Strategi pariwisata yang diambil menggelar even-even yang melibatkan komunitas yang akan membawa komunitas lain dengan hobi dan minat yang sama datang sendiri ke Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan masing-masing. Misalnya pada komunitas sepeda dengan menggelar Women's Cycling Challenge, Sabtu 27 April 2019.

"Kita rangkul komunitas. Mungkin peserta tidak sampai 2 ribu, tapi mereka konsisten. Komunitas ini akan terus bergerak, mereka akan mengajak kawan lainnya kemari," kata Bupati berusia 44 tahun itu.

Keuntungan lain menggelar even untuk komunitas kecil adalah, lebih sedikitnya sumber daya yang dikeluarkan Pemerintah Daerah. Misalnya acara Women's Cycling Challenge yang membutuhkan panitia penyelenggara petugas protokol dan dinas terkait saja, begitu juga biaya yang harus dikeluarkan lebih kecil daripada even-even lain.

bupati banyuwangi, program bupati banyuwangi, program bupati anas, program anas, strategi anas, strategi bupati anas, strategi wisata anas, strategi pariwisata anas
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Foto : Ahmad Suudi

Anas mengatakan strategi merangkul komunitas terbukti bekerja dalam meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Banyuwangi. Misalnya saat jumlah wisatawan turun secara nasional karena harga tiket pesawat yang naik awal 2019, penurunan jumlah wisatawan di Banyuwangi hanya sedikit.

Sebelumnya tiket pesawat sekitar Rp 600.000 untuk terbang Banyuwangi - Jakarta. Namun pada akhir April harganya mencapai sekitar Rp 1.500.000.

Dari catatan aplikasi tiket destinasi online Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, pada tahun 2018 kunjungan wisatawan rata-rata 1.600 per hari. Sedangkan seminggu terakhir April 2019, rata-rata kunjungan wisatawan 1.300 per hari.

sunrise of java, matahari terbit jawa, matahari terbit di banyuwangi, pantai sunrise jawa, pantai sunrise banyuwangi, sunrise bangsring, matahari terbit pantai bangsring
Seorang pengunjung mengabadikan Matahari terbit di Pantai Bangsring Banyuwangi. Foto : Ahmad Suudi

"Buktinya kita bertahan selama 7 tahun, sementara daerah lain sepi karena harga tiket pesawat naik," kata Anas.

Pakar marketing Yuswohady mengatakan Banyuwangi memiliki konten atraksi pariwisata yang sangat bagus. Mengenai penurunan jumlah wisatawan per hari, diakuinya itu dampak dari kenaikan tiket yang berlaku secara nasional.

Dia tetap mendorong Pemkab Banyuwangi untuk mulai membangun infrastruktur internet of things untuk menyongsong era Tourism 4.0. Pasalnya kini di Eropa telah dikembangkan kecerdasan buatan, Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality untuk keperluan pariwisata.

"Yang saya lihat challangenya 4.0. Banyuwangi itu kan hebat sekarang, 5 tahunan lagi kalau inovasinya tidak lanjut takutnya akan melambat terus," kata Yuswohady setelah memberikan seminar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin 29 April 2019.



Reporter : Ahmad Suudi


Kabupaten Banyuwangi dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi

Kabupaten Banyuwangi adalah daerah paling timur Pulau Jawa. Hingga kini Kabupaten Banyuwangi memiliki julukan yang sangat indah "Sunrise of Java".

Secara greografis Banyuwangi memiliki bentuk yang sangat kompleks. Banyuwangi memiliki laut, pantai, dataran rendah, dataran tinggi dan beberapa gunung. Untuk lautan, Banyuwangi memiliki akses langsung ke selat kecil yang arusnya sangat deras, yaitu Selat Bali dan sekaligus akses menuju Samudra Hindia Luas. Untuk Gunung, beberapa gunung terkenal di Banyuwangi adalah Ijen, Raung, Merapi, Srawet dan Gumitir.


Beberapa titik tujuan pariwisata di Kabupaten Banyuwangi, diantaranya Kawah Gunung Ijen, Pantai Suko Made rumah para penyu laut, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Plengkung syurga peselancar, Air Terjun Lider dan masih banyak yang lain.

Penduduk asli Kabupaten Banyuwangi adalah Suku Osing. Suku ini juga memiliki bahasa khas yang disebut Bahasa Osing. Penduduk lain terdiri dari suku Jawa, Madura, Bali dan Bugis turut mendiami Kabupaten Banyuwangi.


Matapencaharian penduduk banyak bergantung pada pertanian dan kelautan. Namun di  tahun 2012 pembangunan wilayah industri mulai digalakkan hingga para investor mulai melirik lahan-lahan industri di Kabupaten Banyuwangi.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terpusat di kota Banyuwangi. terdiri atas 24 kecamatan. Selain itu Banyuwangi merupakan Kabupaten terluas di Provinsi Jawa Timur.

Lambang Kabupaten Banyuwangi

Baca Juga