Koleksi Artikel

Bamboo Craft Banyuwangi. Unique Point of Bamboo Art

Hii Guys..

This time I want to share about Bamboo Craft in Banyuwangi. My village have good Bamboo Craft product. People there work well, so they can make good quality Bamboo Craft. We have many style bamboo product as tissue box, food place, night lamp and many other.
Bamboo Craft have so many style of handling in each place. I have visited and saw Bamboo Craftsmen in some village at my destination. I think each of them have different style and different idea than other.

I have asked how can i sell their product to the international market to my friend in China, as we know that China have good experience of Bamboo Craft business. She said that I'll do so difficult to sell Indonesian Bamboo Craft because Chines product is so good and cheaper than other. She gave me advice better when I sell our product just in local market.

But I think here our Bamboo Craft have different character and special kind of product. I took a decision that I'll try to sell our Bamboo Craft.

Bamboo Craft. Natural Beauty for Interior and Exterior Your Home



Bamboo craft is perfect thing to give your home natural sensation. It can give comfortable for you when you do something and enjoy it at your home. Not only when you see it, but also when you touch it you will feel different sensation than when you touch other thing.


You can also search in Google about “Bamboo spa and therapy” and many other benefit of bamboo. It’s point that can make you stay enjoy your activity at home when your home use some bamboo accessorie. You will feel more relax, it will help you to built your concentration.

Bamboo also can be used for hair health, tooth health, body health and skin health. We can get many benefit when we can process it on the right way. For interior and exterior accesorie we can use any Bamboo Craft and put it in any position in our home as you want.

Bamboo Craft is the right way to make Natural Condition. Natural interior and exterior is the best choice.

Kota Banyuwangi

Halo kawan laros para pejuang Kota Banyuwangi. Apa kabar hari ini??

Postingan kali ini masih tentang Banyuwangi. Ya, judul yang kita ambil adalah Kota Banyuwangi. Karena memang Kota Banyuwangi ini rasa-rasanya belum habis diceritakan meskipun ratusan atau ribuan atrtikel membahasnya. Potensi yang dianugerahkan Allah SWT kepada para cucu Minak Jinggo ini begitu melimpah ruah. Tidak hanya kekayaan alam yang begitu lengkap dari puncak pegunungan di wilayah utara hingga dalamnya Lautan Hindia di wilayah selatan yang dimiliki Kab Banyuwangi. Tetapi potensi budaya, kepemilikan macam bahasa dan letak geografis yang sangat setrategis. Kota Banyuwangi juga memiliki manusia-manusi teguh yang menjaga tradisi-tradisi kebudayaan sehingga budaya-budaya ini terus lestari di tengah masuknya budaya-budaya modern. Belum lagi jika kita menengok cerita sejarah para penduduk pendahulu Kab Banyuwangi ini. Itu juga termasuk dalam kekayaan khazanah Kota Banyuwangi.

Kota Banyuwangi atau yang biasa disebut sebagai Kota Gandrung ini terletak di ujung timur Pulau Jawa. Mendapat julukan sunrise of Java, keren banget gak tuh? Kab Banyuwangi juga memiliki akses transportasi air yang baik, yakni Pelabuhan Kapal Laut Ketapang. Potensi penghasilan dari alam daratan maupun lautan berlimpah ruah.

Jalur yang biasa dilewati Suarabaya-Bali adalah lewat Jember. Menempuh jalur ini mengharuskan anda melewati Gunung Gumitir. Gunung Gumitir adalah (sesuai dengan cerita daerah setempat) tempat dimana Layang Setro dan Layang Gumitir menghadang Damar Wulan dan ingin merampas Kepala Minak Jinggo yang sudah dikalahkan Damar Wulan di Blambangan. Jika Layang Setro dan Layang Gumitir bisa merampas kepala Minak Jinggo itu, salah satu dari mereka berdua akan berhak mempersunting Ratu Kencono Wungu, karena berarti yang memenangkan sayembara Ratu Kencono Wungu adalah mereka. Namun ternyata mereka berdua tidak mampu merebut kepala Minak Jinggo tersebut dan Layang Gumitir tewas di tangan Damar Wulan. Jadilah gunung tersebut diberi nama Gunung Gumitir.

Dalam melewati Hutan Gumitir ini, anda sebaiknya berhati-hati. Selain kelokan-kelokan tajam, rawan longsor ala pegunungan, udara yang dingin, kabut, kemungkinan adanya pihak-pihak yangyang berniat berbuat jahat di tempat sepi seperti itu juga harus diwaspadai.



Setelah melewati jalan di Hutan Gunung Gumitir yang menanjak-menurun dan berkelok-kelok tajam, anda akan berada di kawasan Kecamatan Kalibaru, salah satu kecamatan perkebunan penghasil kopi Banyuwangi. Setelah itu, secara berurutan anda akan melewati daerah-daerah sebagai berikut. Kec. Glenmore satu kecamatan yang namanya agak keinggris-inggrisan. Lalu Kec. Genteng yang kalau masuk rumah tidak boleh lewat genteng tapi harus lewat pintu, nanti dikira maling kalau lewat genteng. Tapi kalau mau ke Kota Banyuwangi, anda harus lewat Kota Genteng Banyuwangi dan tidak akan diteriaki maling oleh warga sekitar. Kota Genteng Banyuwangi juga dikenal sebagai Kota Pelajar di Kab Banyuwangi.

Selanjutnya anda akan melewati Kec. Tegalsari, Kec. Gembiran dan Kec. Cluring. Lalu anda akan melewati Kec. Srono. Di Kec Srono, jika mungkin anda ingin mampir ke Muncar untuk mendapatkan ikan-ikan laut yang segar, anda bisa mengambil jalan belok kanan. Selanjutnya anda akan melewati Kec. Rogojampi dimana Lapangan Terbang Blimbingsari berada. Dilanjut ke Kec. Kabat yang dalam dialek daerah biasa disebut "kabyat". Dimulai dari Kec. Kabat inilah akan banyak ditemui percakapan penduduk dengan Bahasa Osing yang kental. Setelah Kec. Kabat dilalui anda akan menemui gapura jalan tertuliskan "Selamat Datang" diikuti taman jalan dan Patung Gandrung debagai ikon Kota Banyuwangi.

Selepas gapura dan taman jalan tersebut anda harus bersiap-siap memasuki Kota Banyuwangi. Ketika anda melihat taman ditengah bundaran jalan dengan patung seorang kesatria naik di kereta kuda, disanalah letak Taman Tirtowangi pertanda anda telah memasuki kawasan Kota Banyuwangi.

Jika bermaksut pergi ke Bali anda akan meneruskan perjalanan ke arah utara. Memasuki kawasan Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Pulau Bali.

Jalur lain yang bisa diplih adalah jalur Situbondo-Bondowoso. Jalur ini ada di sebelah utara Kota Banyuwangi. Jalur ini akan membuat anda melewati beberapa kawasan eksotis yang sangat indah. Diantaranya adalah PLTU Paiton yang akan memanjakan amata anda dengan gemerlap ratusan lampu yang tersebar di gedung area industri mereka. Sangat menyenangkan jika bisa kita melewatinya di senja hari atau subuh hari, atau jika keduanya tidak bisa malam hari-pun akan tetap terlihat indah.


Daerah selanjutnya yang akan anda lalui adalah Wisata Pasir Putih yang mempesona. Lokasi wisata berada di pinggir jalan. Sehingga akses kelokasi wisata sangat mudah dilalui. Bahkan jika kita tidak berhenti dan menengoknya dari kendaraan anda, anda tetap bisa melihat putihnya pasir di pantai itu.

Selanjutnya adalah Hutan Jati milik Perhutani. Jalan di sana cenderung sepi dan sepertinya tidak baik dilewati jika sendiri. Namun aspal jalan terlihat bersih tanpa sampah plastik. Hanya ada dedaunan yang bertebaran menambah keasrian jalanan hutan. Kalau di wilayah ini ada pemukiman penduduk mungkin akan beda ceritanya. Manusia memang harus sangat berhati-hati dengan dirinya sendiri.

Lalu anda akan melewati Taman Nasional Baluran yang bisa dikatakan sebagi miniatur Kehutanan Indonesia. Hampir semua jenis tumbuhan hutan Indonesia hidup di Taman Nasional ini. Lanjut anda akan melewati Watudodol, pantai di piggir jalan dimana ada batu besar di tengah jalan yang anda lewati. Ini berarti juga anda hampir sampai di Pelabuhan Ketapang. Jarak sudah dekat. Dan jika anda menengok ke kiri, akan terlihat sisi utara Pulau Bali. Tentu merupakan pemandangan yang sangat indah.

Kalau anda akan menuju Banyuwangi Kota, abaikanlah Pelabuhan Ketapang dan berjalan terus ke arah selatan, ke arah Kota Banyuwangi.

Sampai disini dulu artikel kali ini. Visit Banyuwangi Please.

Tari Banyuwangi - Pesona Gemulai Banyuwangi

Pada postingan kali ini kita akan membahas sedikit tentang Tari Banyuwangi. Kenapa sedikit bahasnya? Karena ternyata Banyuwangi memiliki banyak sekali tari-tarian yang terkuno hingga yang terbaru diciptakan. Begitu pula detail dari teri-tarian tersebut, yang pastinya sebenarnya ada banyak cerita-cerita dan makna yang tersimpan dalam tari banyuwangi tersebut.

Berikut beberapa tari banyuwangi :

1. Tari Gandrung
Tari Banyuwangi yang satu ini telah menjadi lambang kota Banyuwangi hingga Banyuwangi sering dipanggil sabagai Kota Gandrung. Tari Gandrung adalah tari perayaan panen yang terinspirasi pada pesona Dewi Sri yang dianggap sebagai Dewi Padi dan Kemakmuran. Pada awalnya tarian ini diperankan oleh para laki-laki yang didandani layaknya para perempuan. Namun kini para penari perempuan yang masih terlihat aktif. Hal ini dikarenakan fatwa para ulama' yang melarang laki-laki berdandan dan berkelakuan seperti perempuan. Namun yang kini menjadi ikon Kota Banyuwangi adalah Tarian Gandrung wadon atau Tarian Gandrung Wanita.


2. Tari Seblang
Tari seblang merupakan cikal bakal terciptanya tari gandrung. Tari ini masih dilestarikan dua desa di Banyuwangi, yakni Desa Oleh Sari dan Desa Bakungan. Dua desa ini memiliki kesamaan dalam pelaksannanya yakni penari adalah seorang wanita yang ketika menari dimasuki roh halus nenek moyang. Namun dua desa ini juga memiliki beberapa perbedaan dalam detail pelaksanaannya. Desa Oleh Sari memilih penari seorang wanita kecil yang belum akil balig. Sedangkan di Desa Bakungan penarinya adalah wanita yang sudah berumur dan tidak lagi mengalami haid (menopause). Waktu pelaksanaan juga berbeda, jika Desa Oleh Sari melaksanakannya di satu minggu setelah Hari Raya Idul Fitri, maka Desa Bakungan melaksanakannya satu minggu setelah Hari Raya Idul Adha.


3. Tari Erek-erek
Tari Banyuwangi yang satu ini lebih menuju ke arah tata cara pemuda dan pemudi memulai hubungan asmara. Diawali dengan memandang, mengatur pertemuan khusus hingga menuju pada hubungan yang lebih serius.

4. Tari Santri Mulih
Merupakan tari Banyuwangi yang cukup baru hadir di Banyuwangi. Tarian ini diciptakan oleh Bp. Sumitro atau yang biasa dipanggil Kang Mitro pendiri dan pemimpin Sanggar Tari Jingga Putih. Tari ini diciptakan tahun 2008. Sedangkan tema yang diambil adalah kisah para santri pesantren yang menimba ilmu di pesantren dan akhirnya kembali ke rumah dan berbaur kembali dengan masyarakat.


5. Barong Banyuwangi
Tari Banyuwangi yang satu ini biasa dipertunjukkan di acara adat "Barong Ider Bumi" yang diadakan tahunan di Desa Kemiren Banyuwangi. Acara adat tersebut dipercaya dapat menolak balak. Iring-iringan barong itu diarak keliling kampung. Dibelakangnya ada tujuh perempuan tua yang membawa ubo rampe (perkakas ritual) dan lima perempuan pembawa beras kuning dan uang Rp 99.900

6. Tari Puput Bayu
Merupakan Tari Banyuwangi bernuansa perang. Puput Bayu merupakan perang terkejam di Banyuwangi antara para penduduk asli Blambangan dan VOC Belanda. Peperangan ini dikemas dalam sebuah seni tari yang diberi judul "Tari Puput Bayu".



 
Demikian beberapa Tari Banyuwangi yang bisa di kita bahas kali ini. Semoga bermanfaat.




Pantai Banyuwangi - Keindahan Pesisir Timur Pulau Jawa

Pantai Banyuwangi terletak di beberapa lokasi di kawasan Kab Banyuwangi. Tidak hanya satu atau dua saja pantai yang menjadi lokasi tujuan berwisata di Banyuwangi. Ternyata ada lebih dari 7 (tujuh) lokasi Pantai di Banyuwangi. Tak heran, bahwa selain memiliki kekayaan bahari hasil laut yang melimpah, Banyuwangi juga memiliki potensi daerah wisata unggulan Indonesia. Belum lagi objek wisata lain seperti air terjuan, hutan lindung dan puncak gunung berkawah indah. Jika semua itu dapat dikelola dengan baik, akan mampu menghasilkan potensi daya tarik luar biasa bagi para wisatawan manca negara maupun domestik.

Kali ini kita akan fokus ke Pantai Banyuwangi, mari kita kupas satu persatu.

1. Pantai Watudodol
Pantai ini berjarak sekitar 1KM dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Disebut Pantai Watudodol karena pantai tersebut berdekatan dengan jalan raya. Sedangkan di tengah-tengah jalan raya tersebut terdapat batu besar seperti tugu yang menjulang. Dari pantai ini kita bisa melihat pulau bali dengan jelas. Sesekali akan terlihat turis manca negara berkunjung di pantai ini.

2. Pantai Pancoran
Pantai Pancoran berada di Kecamatan Rogojampi. Lokasinya masuk ke arah selatan dari jalan raya. Tidak seperti Watudodol yang berada di pinggir jalan raya. Pantai ini kini telah dilengkapi wahana rekreasi air yang menarik untuk dinikmati bersama keluarga.

3. Pantai Blimbingsari
Pantai Blimbingsari masih berada di kawasan Kecamatan Rogojampi. Di pantai ini kita bisa menikmati makanan ikan bakar di tepain laut. Tentunya memberikan kesan yang berbeda ketika mnyantap ikan bakar di lokasi pantai. Anda pulang dengan hati senang dan perut kenyang.

4. Pantai Cacalan
Pantai ini masih berhadapan dengan Pulau Bali. Sehingga kita bisa melihat Pulau Bali bagian utara dengan baik. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Banyuwangi Kota Kabupaten.

5. Pantai Grajagan
Pantai ini sangat ramai dikunjungi wisatawan lokal, apalagi disaat-saat hari libur nasional. Meskipun jalan yang harus ditempuh lumayan terasa jauh dan melalui hutan jati milik Perhutani yang sepi, namun keindahan pantai ini tetap mampu menarik hati para pengunjung. Pantai inilah yang dikabarkan pernah terkena Tsunami kecil. Dikatakan bahwa ada bekas patahan di dasar lautan arah ke Samudra Hindia.

6. Pantai Plengkung (G-Land)
Merupakan pantai syurga bagi para peselancar nasional maupun internasional. Ombak tinggi yang ditampilkan sangat indah dan merupakan tantangan yang mengasyikkan bagi para peselancar profesional. Akses jalan ke lokasi  Pantai Plengkung (G-Land) cukup jauh dari pusat kota.


7. Pantai Pulau Merah
Pantai ini memiliki beberapa keunikan. Pertama, berada di dekat Gunung Tumpang Pitu yang disinyalir mengandung berbagai kekayaan tambang. Ke-dua, jika air pasang ombak menjadi besar dan banyak wisatawan asing berselancar di sana. Ke-tiga, jika air surut kita bisa berjalan kaki mengunjungi sebuah pulau kecil penuh tumbuhan yang hanya ketika surut lah kita bisa berjalan kearahnya dan menikmatinya dari jarak dekat. Maka akan terlihat tanah pulau itu yang berwarna merah.

8. Pantai Lampon
Pantai Lampon juga dikenal sebagi pantai berombak tinggi. Di sana terdapat tebing-tebing penghancur ombak. Ombak yang menabrak tebing berhamburan membentuk semacam hujan sekejap yang berulang-ulang. Dari hujan-hujan kecil yang sekejap itu, jika cuaca cerah akan menghasilkan pelangi kecil yang indah. Pelangi ini disebut Pelangi Naga Sara. Pantai ini berada di kawasan Markas TNI dan tidak dikenakan biaya untuk memasukinya, sehingga bagi mereka yang memiliki uang pas akan lebih memilih pergi ke pantai ini.


9. Pantai Suka Made
Pantai ini merupakan rumah bagi para penyu laut. Pantai ini juga masuk dalam cagar alam yang dilindungi sehingga penyu-penyu yang pulang untuk bertelur itu tetap terlindung. Para wisatawan bisa bermain-main dengan para bayi penyu, menyaksikan proses bertelurnya penyu dewasa dan berfoto bersama penyu dewasa yang berukuran besar.


Masih ada pantai-pantai Banyuwangi lain yang perlu dirawat dan dipublikasikan. Sementar sembilan pantai ini yang bisa kami informasikan. Selamat memilih, mau ke pantai mana saja rencana anda? Visit Banyuwangi Please.

Rumah Banyuwangi, Adat Banyuwangi dan Budaya Banyuwangi

Kali ini kita akan membahas Rumah Banyuwangi, Adat Banyuwangi dan Seni Budaya Banyuwangi.

Yak, Ada 4 macam bentuk khas adat Rumah Banyuwangi, yakni crocogan, tikel/baresan, tikelbalung, dan serangan. Bentuk bangunan rumah itu sendiri dibagi dalam tiga ruang, yakni mbyale (balai/serambi) yang biasa digunakan untuk menjamu tamu dan ngobrol santai dengan tetangga dekat,  jerumah (ruang tengah + kamar) adalah bagian rumah yang biasa digunakan sebagi tempat istirahat dan bercengkrama bersama keluarga, dan pawon (dapur) yang biasa digunakan ibu-ibu untuk memasak.


Rumah di Banyuwangi yang memiliki bentuk khasnya banyak terdapat di Desa Kemiren Banyuwangi. Pada dasarnya Desa Kemiren adalah desa dengan penduduk Suku Osing Banyuwangi asli sehingga berbagai Budaya Banyuwangi masih melekat kuat di desa tersebut.

Selain itu beberapa adat-budaya Banyuwangi yang masih dipertahankan Desa Kemiren adalah Mepe Kasur yang merupakan kegiatan unik serempak dilakukan semua penduduk desa pada kasur tidur masing-masing. Ada pula adat Barong Ider Bumi yang dipercaya memiliki khasiat penolak balak/bahaya. Para ibu-ibu di Desa Kemiren juga memiliki kegiatan adatnya sendiri, yakni Memukul Alu menumbuk padi hingga beras terpisah dari kulitnya untuk dimasak. Ketika tongkat dan alu yang digunakan bertumbukan akan terdengar suara benturan. Dan secara kompak beberapa ibu-ibu ini akan menumbuk hingga menimbulkan irama suara pukulan yang indah didengar telinga. Kini tradisi ini tetap dilestarikan walau terkadang tanpa padi yang ditumbuk, karena yang ibu-ibu ini harapkan hanyalah terlestarikannya tradisi dan irama suara tumbukan yang dihasilkan.


Ditempat-tempat lain di wilayah Kab Banyuwangi (Banyuwangikab) juga memiliki tradisi-tradisi yang masih dipertahankan. Seperti di Pantai Muncar yang masih rutin mengadakan Petik Laut, kegiatan memberikan berbagai macam sesajen di lautan. Di Desa Alas Malang dan Desa Aliyan terdapat tradisi Kebo-keboan, yakni beberapa orang akan berpenampilan dan bertingkah seperti kerbau di sawah dan mengelilingi desa. Juga ada tarian dengan aura mistis yang disebut Tari Seblang yang dilestarikan Desa Bakungan dan Desa Olehsari. Kedua desa memiliki perbedaan masing-masing dalam pelaksanaan ritualnya.

Sedangkan untuk seni budaya, Kab Banyuwangi memiliki beberapa tari dan drama khas daerah. Seni tari bisa dilihat pada Tari Gandrung, Tri Sekar Tanjung, Tri Erek-erekan, Tari Santri Muleh, Tari Seblang dan Barong Kemiren dan masih banyak yang lain. Untuk drama khas, Banyuwangi memiliki tradisi "Janger Banyuwangi".


Ok. Sekian Pembahasan kita tentang Rumah Banyuwangi, Adat Banyuwangi dan Seni Budaya Banyuwangi. 

Akhirnya, seperti yang telah kita bahas di artikel Mengenal Kab Banyuwangi (Banyuwangikab) Lebih Dekat untuk para Lare Osing yang sekarang merantau ke luar Banyuwangi atau bahkan ke luar negeri, saya mohon sebisa mungkin berusaha kembail ke Kab Banyuwangi. Karena yang seharusnya menjaga dan meramaikan tradisi-tradisi Banyuwangen adalah lare-lare osing itu sendiri. Yang harus memajukan dan mengisi perekonomian Kab Banyuwangi adalah lare-lare osing itu sendiri.

For : All Laros
Mari berkarya di Kabupaten Banyuwangi. Berkarya di rumah sendiri. 

Terimakasih. Saya undang kawan-kawan Laros semua bersedia mengomentari artikel

Kereta Banyuwangi Surabaya - Jadwal dan Tarif yang Berlaku

Alat transportasi yang satu ini pasti sangat berguna manfaatnya bagi dunia bisnis Banyuwangi. Para pemilik toko dan swalayan banyak membeli barang grosir dagangan mereka ke Surabaya. Selain dengan kendaraan pribadi dan bus, kereta api merupakan pilihan yang tak kalah baik bagi mereka sebagai alat transportasi. Kereta api dinilai lebih memberikan keleluasaan tempat dan suasana perjalanan dibandingkan dengan bus. Biaya yang harus dikeluarkanpun bisa lebih rendah. Jadi kita bisa lebih berhemat.


Untuk itu, silahkan check jadwal keberangkatan dan kedatanga Kereta Banyuwangi Suarabaya yang berlaku mulai tanggal 1 Januari 2012 berikut ini :
Dari Banyuwangi
Nama Kereta Api
Dari Banyuwangi
Sampai Jember
Stasiun Kedatangan




Tawangalun
05.00
08.15
Malang 13.00
Sri Tanjung
06.00
09.10
Surabaya 13.10, Lempuyangan Jogja 19.19
Pandan Wangi
09.00
-
Jember 12.38
Mutiara Siang
08.00
11.05
Surabaya, 14.52
Probowangi
12.30
16.25
Probolinggo, 18.45
Pandanwangi
19.45
-
Kalibaru, 21.29
Mutiara Malam
21.45
00.50
Surabaya, 04.38










Ke Banyuwangi
Nama Kereta Api
Keberangkat
Sampai Jember
Sampai Banyuwangi




Tawangalun
Malang 14.30
19.19/19.25
22.41
Sri Tanjung
Lempuyangan Jogja 07.30, Surabaya 13.50
17.53/18.00
21.06
Pandan Wangi
Kalibaru 05.15
-
07.00
Mutiara Siang
Surabaya 09.00
13.04/13.10
16.04
Probowangi
Probolinggo 05.00
07.06/07.12
11.07
Pandanwangi
Jember 15.30
-
19.15
Mutiara Malam
Surabaya 21.30
01.18/01.25
04.25










Sedangkan tarif penumpang kereta api dari masing-masing nama kereta api yang dari dan ke Banyuwangi adalah sebagi berikut :
Tawangalun                 : Rp 18.500
Sri Tanjung                  : Rp 30.000 - Rp 35.000
Pandanwangi              : Rp 3.500 - Rp 4.000
Mutiara Malam/Siang : Rp 75.000 - Rp 130.000
Probowangi                 : Rp 18.000

Silahkan rencanakan perjalanan anda sebaik mungkin.


Update terbaru silahkan menuju link Jadwal Kereta Banyuwangi

Motivasi Banyuwangi Untuk Perjuangan Lare Osing


Lare Osing Banyuwangi.

Perjuangan adalah satu jalan yang indah untuk dilalui. Halangan dan rintangan adalah satu-kesatuan dari keindahan itu sendiri.

Sebuah cerita yang sempurna selalu membutuhkan konflik dan kekacauan. Namun diakhiri dengan penyelesaian yang indah yang menjadikan kisah-kisah dan konflik-konflik dalam buku itu terasa indah.

Bukankah cerita seperti itu yang sering kau baca di buku-buku favorit-mu? Bukankah cerita di dalam buku-buku favorit-mu itu adalah cerita yang ingin kamu alami juga? Lalu, bukankah malah kamu bisa membangun cerita hidup kamu sendiri? Menegakkan perjuanganmu sendiri, ke arah yang kamu inginkan. Itu artinya, kamu bisa memilih konflik mana yang ingin kamu hadapi dan menghindari konflik yang tidak kamu inginkan.

Semua yang ada adalah pemberian Allah. Dan setelah semua itu berada di hadapanmu, kamupun berhak memilih dan mengolahnya atau berpaling pada urusan yang lain yang lebih kamu pilih yang pastinya juga datangnya dari Allah.

Akhirnya. Tentukan di perjuangan yang mana yang kamu pilih sebagai jalanmu. Dan konsistenlah pada itu. Karena akan banyak sekali cabang-cabang jalan dan gangguan yang akan dengan ampuhnya menggodamu.

Dan jangan risau akan cabang-cabang jalan yang menggodamu itu. Karena cabang jalan penggoda itu-pun datangnya dari Allah Ar-rohman Ar-rohim utk melihat seberapa kuat konsistensimu dan seberapa sabar keteguhanmu. Semua dari Allah dan akan kembali kepada Allah.

Berjuanglah hingga engkau dan semua ini kembali kepada Allah.


Gladag - 20 Oktober 2012
Sebuah Nasehat : untukku dan sahabat-sahabat dekatku.

Mengenal Kab Banyuwangi (Banyuwangikab) Lebih Dekat

Kab Banyuwangi - untuk Lare Osing Putra Daerah Banyuwangi

Pada postingan kali ini kita akan berusaha mengenal lebih jauh pada kabupaten kita tercinta. Yes, Kabupaten Banyuwangi.

Kabupaten terluas di Jawa Timur yang memiliki batas koordinat 7° 43’ - 8° 46’ lintang selatan dan 113° 53’ – 114° 38’ bujur timur ini memiliki memiliki bentuk geografis yang indah dan mengandung banyak sekali potensi alam. Banyuwangi memiliki wilayah dataran tinggi dan pegunungan yang memiliki potensial besar di bidang perkebunan, memiliki dataran rendah yang sangat cocok ditanami padi sawah dan tanaman ladang. Sedangkan penduduk daerah pantai memiliki penghasilan yang baik dari ikan-ikan yang mereka tangkap di Selat Bali dan Samudra Hindia. Selat Bali adalah selat dengan arus kuat air Laut Jawa menuju Samudra Hindia sehingga merupakan tempat yang sangat cocok untuk menangkap ikan.


Rumah Para Penyu Laut - Sukamade Banyuwangi

Kab Banyuwangi bagian utara adalah wilayah pegunungan yang indah. Timur dan selatan merupakan wilayah pesisir berpantai. Sedangkan bagian barat berupa dataran rendah. Keragaman bentuk geografis Kabupaten Banyuwangi ini juga menyebabkan keberagaman lokasi wisata yang bisa kita pilih dan kunjungi. Wisata gunung seperti Puncak Ijen, Air Terjun Lider, Taman Nasional Alas Purwo hingga lokasi wisata berbasis pantai, yakni Pantai Plengkung syurga para peselancar dunia dan rumah penyu laut Pantai Suko Made, serta masih banyak lokasi wisata lainnya..

Sedangkan batas wilayah Kabupaten Banyuwangi sebelah utara adalah Kabupaten Situbondo, sebelah timur adalah Selat Bali, sebelah selatan adalah Samudera Indonesia dan sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Jember dan Bondowoso.

Penduduk asli Kabupaten Banyuwangi adalah Suku Osing. Suku ini juga memiliki bahasa khas yang disebut Bahasa Osing. Penduduk lain terdiri dari suku Jawa, Madura, Bali dan Bugis turut mendiami Kabupaten Banyuwangi.


Upacara Kebo-Keboan Adat Banyuwangi

Seni budaya daerah Banyuwangi yang masih dilestarikan hingga sekarang adalah Tari Gandrung, Janger Banyuwangi, Gajah Oling motif batik khas Banyuwangi, Petik Laut - Muncar, Kebo-keboan, Tari Seblang, Musik khas daerah bernama Kuntulan, Lagu Bahasa Osing dan masih banyak lainnya.

Kini Kab Banyuwangi juga telah memiliki akses transportasi yang semakin lengkap. Banyuwangi telah memiliki Lapangan Terbang Blimbingsari - Rogojampi, Pelabuhan - Ketapang, beberapa terminal dan stasiun di tempat-tempat strategis dan akses jalan raya yang cukup baik.

Jadi, bagi para Lare Osing Putra Daerah Banyuwangi, Kab Banyuwangi telah memberikan semua yang kita butuhkan. Mari kita berkarya dengan apa yang sudah ada, karena semua kebutuhan kita sudah terpenuhi di Banyuwangi. Kalau bukan kita yang mau menggunakan semua fasilitas dan perlengkapan ini, mungkin fasilitas-fasilitas penting ini hanya akan dimanfaatkan putra-putri dari daerah lain.

For : All Laros
Mari berkarya di Kabupaten Banyuwangi. Berkarya di rumah sendiri.

Baca Juga